Sekapur sirih

Alhamdulilah blog ini dapat kami susun, blog ini merupakan sarana menggali, menyalurkan dan mengembangkan Sastra di Trenggalek di mana di sini di sajikan karya putra-putri Trenggalek, baik berupa Puisi mau pun cerpen, semoga hadirnya blog ini mampu di terima di hati para pembaca kususnya pecinta sastra dan semoga mampu memberikan manfaat karena setidaknya adanya blog Trenggalek Sastra ini merupakan salah satu bukti bahwa Trenggalek Kaya akan Sastrawan dan penulis-penulis baru.

Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Maret 2010

cerita pagi

Bersama mentari yang mulai beranjak kesinggasana mimpi kembali kucoba terbitkan ceritaku ini.Semoga tak ter dis koneksi.Selamat menikmati

CERITA PAGI

Pagi yang indah,berawal dengan senyum yang merekah bersama ufuk timur yang merona merah.Namun rupa wajahnya tak lagi cerah,Semua masih terbelenggu amarah.Dipagi buta itu dia menemuiku menyampaikan tentang ceritanya,tentang derita hatinya.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Seorang bapak bapak dengan seorang anak anak berjalan bergandengan tangan memasuki sebuah warung sederhana,memesan makanan alakadarnya.Santosa pun disana melihat mereka bersuka ria bercanda.Dalam hatinya terbit rasa cemburu,kapankah dia bisa seperti mereka.Lantas terbayang akan anaknya yang jauh disana,didesa bersama ibunya,entah mengapa 6 km begitu terasa jauh untuknya.jarak yang cukup dekat,tak lebih 10 menit perjalanan motor kesana.Begitu berat langkahnya.Entah rantai apa yang membelenggu kaki tangan dan hatinya.... Lihat Selengkapnya
Dia hendak menelepon sahabatnya untuk menceritakan tentang derita yang dirasakannya
"asalamualaikum"dia mulai menyapa
"wa,alaikum salam,batrei ku low"
kata temannya diseberang sana,dan setelah itu terputus hubungan.Urung semua hendak diceritakan,entah dengan siapa hendak dia bagikan.Akhirnya dia putuskan menulis sebuah catatan,setidaknya untuk mengurai beban.

Seorang wanita berambut lurus hitam dibawah bahu mendekat dan menyapanya dengan menyuguhkan senyuman
"enjing mas,ngersakne sarapan menopo?"sapa wanita itu.
Sayangnya disana tidak menyediakan menu makanan yang dia inginkan;sepiring nasi tiwul dan lalapan pecel lele dengan sambal khas ulekan istri tercintanya yang di hidangkan dengan penuh senyuman disamping seorang anak laki laki yang sedang melihat film kartun di acara televisi minggu pagi,sambil sesekali mengganggu sarapannya.Sebuah menu sarapan yang telah lama dia rindukan.
"pecel tempe mawon"jawabnya.
Dia teringat kakeknya,setiap kali keluar rumah dengannya kakeknya selalu mengajaknya mampir diwarung sederhana itu makan nasi pecel tempe.... Lihat Selengkapnya
Kakeknya sekarang sudah tua,sekitar 90th usianya.Kakeknya merawat dia sejak balita karena papa mamanya bercerai hingga mamanya harus pergi bekerja di kota untuk membiayai sekolahnya nanti.Dalam pikir santosa,kini dia sudah dewasa,sudah berkeluarga namun dia belum juga dapat menyicil sedikit saja untuk membayar kasih sayang kakeknya.Terbayang di benaknya seandainya saja pagi itu dia sarapan diwarung itu bersama kakeknya.Tak terasa matanya mulai berkaca kaca.

Makanan pesanannya datang juga,akhirnya dia menyantap nasi pecel itu meski tak senikmat ketika bersama dengan kakeknya.Selesei membayar dia meninggalkan warung itu."hendak kemana aku?"tanyanya dalam hati.
Ingin pulang menengok anaknya dan memberikan Rp.1000 untuk membeli es lilin rasa kacang hijau kesukaannya dirumah tetangga sebelah,lalu melihat mama nya memberi makan siputih jago kesayangannya yang telah lama tidak dia belai,kemudian menuju kamar neneknya
"wes penak awak e mbok,apane seng isih loro?"kata nya sambil duduk diranjang dan memijit kaki neneknya.
Lantas kakeknya yang baru saja datang menengok sawah menyapanya
"le mu muleh mau wes suwe le?Mau begi kok ndak muleh"... Lihat Selengkapnya
"nggeh".
Seperti biasa dia menjawab singkat begitu saja dan membiarkan kakeknya berfikir mengali dibalik jawabannya.Karena dia tak tau harus menjawab atau menjelaskannya.Tak mungkim dia akan mengajakan dia telah bosan dengan pernyataan pernyataan yang menyesakkan dada nyd dan dia telah jemu menjawab pertanyaan pertanyaan yang menyudutkannya yang selalu berlanjut dengan dentuman meja atau pintu dan berakhir dengan deru motor yang dipaksa berlari kencang.
Kemudian dia berlalu dari kamar neneknya,berharap sedikit senyum manis dari bibir istri tercintanya yang mengundangnya untuk melumatnya sebelum berangkat bekerja,seperti waktu waktu yang lalu

"Terlalu naifkah aku?"
begitu desahnya sambil menyandarkan diri di bangku.
"sudahlah sekarang saatnya mulai kerja,setidaknya meski tak pulang tentu kau tak lupa kewajibanmu memberi nafkah keluarga,meski keluargamu tak cukup kau beri uang saja,seperti kau yang juga merindukan mereka"
kataku menghiburnya,aku dapat mengerti dan merasa,karena dia laki laki seperti aku dan aku juga sering mengalami problem rumah tangga seperti dia,yang berawal dari cemburu buta karena rasa curiga akan hadirnya orang ketiga,entah meskipun itu sekedar kenangan lama.Dia hanya mendesah kembali sambil menyulut lagi gudang garam surya kesukaannya
"ok,to be continew”
kutepuk pundaknya sambil aku berlalu menuju ruang kerjaku.Siang hari saat jam kerja santosa kembali menemuiku dikantin,kubiarkan dia duduk didepanku
"takdir?"
begitu meluncur dari bibirnya bersama kepulan asap rokoknya
"ada apa dengan takdir?Kamu mengenalnya juga?"
jawabku bercanda
"salahkah aku?Salahkah takdir?Maling dulu juga tak pernah bercita cita jadi maling,tapi saat dia jadi maling,salahkah dia memilih jalan?Andai bisa memilih tentu dia akan memilih jadi ustat.Namun jangankan untuk memilih untuk bernafas saja tanpa ijin dan kehendak tuhan kita tak bisa,lantas salah siapa?Salah Tuhan?"
kubiarkan saja dia berkata,aku tau dia hendak menggali pembenaran dirinya
"salahkah cinta?Jika bisa akupun tak ingin mengunggah kenangan lama"
"cinta tak pernah salah,hanya saja terkadang salah waktu dan tempatnya,cinta juga datang tanpa diminta,datang semaunya,kadang datang dari mata,kadang juga dari telinga bahkan datang dari kata kata atau pula datang karena terbiasa.tak bisa dipaksa atau diusir begitu saja."
kataku sedikit membela agar dia lega

Pukul 13.00,saatnya mulai kerja kembali,kutarik lengannya ku seret dia ke ruang kerjanya
"jangan melamun saja,kerja yang bener,nanti kena marah bos,semua pasti ada jalan keluarnya"
kataku sambil ku tinggalkan dia.
Pukul 15.00 aku mulai berkemas,saatnya aku berangkat kuliah,kulihat santosa masih merenung diruang kerjanya
"ayo,pulang tidak"... Lihat Selengkapnya
sapaku sambil duduk di pinggir meja kerjanya
"entahlah,aku belum menemukan jawaban untuk pertanyaan istriku dan bagaimana aku akan menjelaskan atas pernyataannya"
jawabnya sambil mencocokkan puntung rokok ke asbak


"rekam saja semua pembicaraan kita,lalu kau putar nanti di telinga istrimu biar dia tau kau juga rindu padanya"
dia hanya diam
"atau kau katakan seperti biasa saja,kau tak mau bertenggar dengannya,lalu kau tinggal pergi menengok nenekmu"
dia masih tetap diam mungkin mencoba mencerna kata kataku
"pulanglah,setidaknya kau tengok nenekmu dan menemui mamamu agar dia tak berfikir macam macam"... Lihat Selengkapnya
kutinggalkan santosa tenggelam didanau hatinya.Setengah berlari aku menuju parkiran lantas kugeber motorku,sudah hampir habis jam pertama mata kuliahku,aku harus segera sampai ke kampus,sebelum dosen meninggalkan ruangan,agar aku masih bisa kebagian absen meski telah ketinggalan pelajaran.

17.45 selesei kuliahku,aku langsung kembali ketempat kerjaku,ku terobos saja gerimis senja dikotaku meski sedikit gelap karena motorku tanpa lampu.Pukul 20.00 nanti aku mulai kerja lagi,aku kebagian masuk sif malam,demikian juga santosa.Sampai ditempat kerja kulihat santosa masih disana,belum pulang dia rupanya,tidak pulang tentunya,iseng kusapa dia
"belum pulang sob"
"iya"jawabnya
wah dia menjawabku seperti menjawab pertanyaan kakeknya
"sudah makan"... Lihat Selengkapnya
"masih hujan"
kantin sudah tutup sejak sore tadi,bisa sakit anak ini jika kubiarkan,siang tadi jika tak kupaksa dia tak mau makan,mungkin jika tak kubawakan makanan nanti juga tak akan makan dia
"ya udah,aku keluar dulu cari makan nanti kau ku bawakan"
"to be continew"
jawabnya menggunakan kata kataku,lalu kuterobos gerimis senja itu.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Kutulis cerita dari teman sejatiku,untuk istrinya agar dia tau derita yang dirasakan suaminya.
@teman teman,terimakasih jempolnya,kunanti tanda tanganmu
@putri,terimakasih bantuannya
@kang cahyo,terimakasih ulasannya tentang takdir,sayangnya Tuhan belum mengijinkan kita bertemu malam ini,terbukti aku tidak dimenerobos gerimis ini untuk datang kerumahmu.

Tosa.spd@garasi 19.55,28 maret 2010

Jumat, 26 Maret 2010

Bersama Gerimis senja di Kotaku

Bersama Gerimis senja di Kotaku

,seorang gadis naik angkutan umum.Dia berdiri karena tempat duduk telah penuh.Seorang pemuda beranjak berdiri"silahkan duduk,sebentar lagi saya turun"
"terimakasih"kata yelda sambil menempati bangku kosong.Sejam berlalu,bus masih terus melaju,sebentar lagi yelda turun.Namun pemuda yang tadi mempersilahkan duduk masih berdiri di samping nya

"terimakasih,tempat duduknya mas.Nama saya yelda"
sambil mengulurkan kartu nama
"oh,sama sama,saya sanTosa"sahut lelaki itu sambil menerima kartu nama yang di ulurkan yelda.Semenit kemudian bus berhenti,yelda turun.
"itulah awal perjumpaan kami,tak kusangka.Di ibu kota yang kejam ini masih ada laki2 berhati baik"tutur yelda padaku.Entah mengapa mendengar penuturannya aku merasakan 1 hal yang tak nyaman didadaku


setelah turun dari bus yelda berjalan menembus gerimis senja menuju tempat kos nya,setelah mandi dia tiduran di kamarnya sambil memutar radio,dengan lembut the virgin mengalunkan cinta terlarang nya.Belum selesei the virgin menyanyi terdengar kotak mulai beraksi dari hp yelda.Yelda meraih hp nya "selamat malam yelda,ini santosa"
"oh,iya mas,makasih... banget ya yang tadi,"sahut yelda
"sama sama,senang dapat mengenalmu"
obrolan terus berlanjut,dan setelah itu mereka sering berkomunikasi dan bertemu.Hingga perlahan tumbuh benih asmara diantara mereka.Minggu depan mereka akan menikah.Dan senja ini yelda menemuiku mengundangku untuk datang ke pernikahannya

"jangan lupa kamu datang ya"
"ya,tentu"kata ku sambil menahan gejolak hatiku yang semakin tidak karuan.Setelah yelda berpamitan aku segera masuk kamar,kuambil sebotol minuman dan kontak mobil ku.Pantai widowati 7an ku.Setelah kuparkir BMW ku langsung ku menuju ke lantai 3 no 182,kamar pribadiku.Sambil ku teguk minumanku kupandang keluar jendela,nampak langit kelabu.

Bersama Gerimis senja di kotaku

lelah ku coba bercumbu dengan kenyataan
berulang kali ku berdiskusi,berdebat melawan gerimis
kulihat gunung gunung menghijau... Lihat Selengkapnya
pemandangan khas kotaku
langit mulai kelabu
termenung ku bersetubuh dengan waktu
perlahan titik hujan menerpa wajahku
melebur tetes tetes air mata
entah apa yang kurasa
kurasa kaupun tau tanpa kuharus mengatakan
karena sungguh berat rasa hendak ku tuturkan
seberat tanganku yang tak mampu ku ulurkan
kau terlalu setia pada janji hatiku
kau selalu disampingku
walau itu hanya aku yang tau
gerimis senja dikotaku
gerimis senja di hatiku
kau milik ku
setidaknya di hatiku

Sapto merobek dan meremas lalu di lempar kertas yang baru saja dia tulis,seperti hatinya yang terasa robek,teremas dan terbuang,kembali terbayang dibenaknya tahun lalu,ketika dia sedang berdiskusi dengan yelda
"bagaimana pendapatmu tentang cinta?Apa cinta pernah salah?"
"cinta tak pernah salah,mungkin tempat dan waktunya yang salah"sahut yelda
"ya,cinta memang tak pernah salah,cinta datang tanpa diminta dan tak mau dipaksa pergi,semakin di usir dia semakin menggigit,namun yelda 1 yang jadi problem a cinta,ketika cinta datang pada waktu dan berada pada tempat yang salah,apa itu juga harus dikatakan ?"tanya sapto kembali
"mungkin sebaiknya jujur dikatakan"tungkas yelda... Lihat Selengkapnya
"yelda,jikalau aku sudah punya pacar,jikalau aku suka padamu,jikalau aku sudah menikah dan jikalau pula aku mencintaimu,apa aku juga harus katakan?Masihkah itu akan ada artinya?"kata sapto sambil membuang puntung gudang garam surya yang sejak tadi dihisapnya
"benarkah kau menyukai ku?Dan apakah kau sudah menikah?"tanya yelda
"haruskah aku mendustai hati dan berbohong dengan kenyataan?"
"setidaknya kita masih bisa berteman mas"kata yelda
"ya,dan itu lebih dari cukup untuk ku,setidaknya aku masih bisa memilikimu di hatiku"

sapto terus melamun,tanpa dia sadar i air matanya mulai menetes,suara kucing mengeong mengagetkannya,dikeluarkan hp dari sakunya.1 pesan dari temannya"sedang apa mas?Lagi dikantor ya?Atau di dalam angkot?
Begitu bunyi pesan itu.Sapto menekan tombol biru

"Tuhan,ijinkanlah ku melihat wajahnya,mendengar kabar tentangnya,walau hanya setahun sekali saja dan aku harus mencuri waktu itu.Biarlah dia selalu setia di hatiku walau tanpa dia harus tau.Dan kini kutemukan wajahnya pada yelda,meski semua telah sekian tahun berlalu namun dia tak pernah pergi dari hatiku"
itu lah pesan yang dikirim sapto untuk putri ketika menanyakan tentang isi cerita yang sedang ditulisnya.

(Tosa.Spd @garasi 25 maret 2010)

Selasa, 29 Desember 2009

Antara aku dan anak sd kelas tiga

Suatu senja di Alun alun kota,kala itu matahari sudah mulai hendak menutup matanya,mungkin dia telah kecapaian sehari memberi cahaya bagi kotaku,burung burung pipit berterbangan saling berkejaran dengan kawanannya hendak berebut pulang kekandangnya,aku duduk di ayunan didekat pohon beringin di pinggir selatan pojok barat,perlahan ku ayunkan ayunan yang kududuki sambil kumemandang burung burung pipit itu,perlahan air mataku menggenangi sela-sela pori pipiku,aku tak seperti pipit itu,aku tak punya kawanan dan tak tau sarangku dimana,tak kusadari seorang anak mendekatiku,kutaksir kira kira dia SD kelas 3
"putus cinta ya pak?"
tanya anak itu membuyarkan lamunanku,ah anak sekarang yang ada difikirannya kalau orang dewasa menangis dikira putus cinta,lagi pula heran juga aku anak sekarang kelas 3 SD sudah tau tentang cinta mungkin terlalu banyak diajak nonton sinetron sama orang tuanya
"tidak" jawabku
"lantas kenapa pak"
"cobalah kamu jangan sinetron saja sekali kali nonton atau dengar berita,betapa korup negara kita"
"kapan negara kita bebas korupsi ya pak;"tanya anak itu
"negara ini menunggumu jadi pemimpin bangsa,menggantikan koruptor itu"
"memangnya bapak tidak bisa jadi pemimpin"
begitu saja kata itu muncol dari mulutnya yang polos
"jika aku,tak jadi pemimpin mungkin aku akan jadi penjual roti untuk kau beli,aku tak bisa menjadi bupati karena aku tak bisa membeli suara bapakmu nanti,atau seperti kata pak ripto jika tak bisa jadi presiden mungkin aku akan jadi penjual duren"
"jika bapak menjadi penjual roti atau penjual duren bagaimana bapak bisa jadi agen perubahan di negara ini"
"setidaknya aku tak menjual suaraku nak"
entah dari mana anak sekecil itu mendapatkan kata kata seperti itu,sepertinya tak logis jika anak SD KELAS 3 bisa bicara begitu dan paham perkembangan negara seolah bukan berhadapan dengan anak kelas 3 SD saja,kecuali bapaknya seorang politisi atau setidaknya bapaknya termasuk kaum pergerakan dikota ini setidaknya mungkin dia anak puryono atau nurani,atau mungkin anak TOP gan tanto gani atau tri setyowati.kutinggalkan saja anak itu,dia terlalu pandai untuk diajak diskusi,selain iotu adzan magrib telah berkumandang aku melangkah menuju masjid jami'.sampai dihalaman masjid kulihat beberapa orang berseragam sedang sholat,entah mereka sholat apa?setidaknya meski aku tak begitu paham terhadap agama namun aklu tau sholat rowatip kobliatal magrib itu tidak ada.aku terus melanggkah menuju tempat wudhu,setrelah berwudhu aku masuk keberanda masjit dan duduk disamping orang yang habis sholat itu
"sholat apa pak barusan?"tanyaku
"sholat ashar dik"
aku hanya memandangi terus orang itu,mungkin dia tau apa yang ada dalam pikiranku,kemudian dia berkata lagi
"kami baru selesei rapat dik"
"memangnya rapat apa kok sedemikian penting pak,sampai menterlantarkan sholat ashar?
dia hanya diam saja,aku terus memandangnya sdeakan aku ingin masuk kedalam hatinya dan mencari jawabnya,ya dia tentu tak akan mengatakan kalau tak segera rapat pasti akan di demo rakyat dan dia tentu tak akan menmgatakan bahwa dia baru saja rapat membahas tentang penerimaan cpns yang belakangan ini sangat dikritisi kaum pergerakan.seakan bercakap cakap dengan hatinya dan aku merasa hatinya mengatakan padaku,kami tau dalam hal ini kami salah tapi kami tak mungkin minta maaf atau mengakuinya karena itu tentu akan merusak citra kami bahkan mengancam jabatan kami,dunia ini memang sel;alu berpasangan ada siang ada malam ada laki laki ada perempuan,ada baik dan ada buruk.beerbahagialah mereka yang mendapatkan peranan baik sehingga semua orang mnemuja,dan kasihan mereka yang dapat tugas peran buruk sehingga dihujat dimana-mana.namun merreka tak dapat berbuat apa apa karena mereka telah menandatangani kontrak perannya dan mereka diciptakan sebagai contoh bagi umat yang mau belajar dan beriman,dan mungkin mereka diciptakan agar tak mubadir diciptakannya neraka.
ikhomat menggema kami segera berdiri menuaikan sholat magriob bersama.selesei sholat magrib aku kembali ke hotel yang dah ku tempati sejak kemaren,ya meskipun akum punya sudara disini namun tak enak jika aku menginap dirumah saudaraku yang sempit itu,lagi pula jaraknya juga cukup jauh dari kota.lama sudah kutinggalkan kota kelahiranku ini dan kini udaranya kembali kuhirup meski sudah tak sesegar dulu lagi.dilobi hotel nampak seorang wanita cantik menggodaku,mungkin dia seorang pelacur.ah biarkan saja itu bukan urusanku dan setidaknya meski dia menjual dirinya namun dia kan tidak menjual nuraninya atau menjual negaranya seperti para pejabat korop itu.aku masuk ke kamarku kuputar televisi,nampak disana sedang sibuk membicarakan Buku berjudul GURITA CIKEAS,skandal di balik Centuri karangan george ..........yang menjadi kontroversi.ah biarlah mereka bicara Gurita Cikeas aku lebih suka bicara tentang Gurita cinta.tak lama kemudian st12 memanggilku untuk menjawab telpon,dario seberang nampak suara yang tak asing lagi di telingaku,suara istiku,dia menanyakan mulai apakah aku sudah makan dan lain sebagainya dengan seribu pertanyaan yang aku malas menjawabnya,dia selalu begitu kalau aku diluar rumah selalu dia curiga macam macam,dan yang membuatku jengkel adalah dengan masuknya nomor nomor prifat ke hpku yang tak pernah mau ngomong kalau kuangkat hingga aku sering tempramental tiap ada telpon nomor privat atau nomor yang belum pernah aku save jika kutanya dalam sekian detik tak mau ngomong aku selalu mengeluarkan sumpah serapah dan umpatan umpatan,seperti tadi pagi saat ada nomor baru masuk aku angkat tak mau ngomong langsung saja aku umpat .setelah berapa lama istriku menutup telponnya masuk lagi nomor privat aku angkat narisana terdengar juga suara yang aku kenal sebenarnya namun kenapa pakai privat number ya?kemudian dia menutup lagi telponnya dan kembali menelfonku dengan nomornya sendiri
'bagaimana kabarmu hari ini?"
"baik " jawabku
setelah cukup berbasa basi dia menanyakan bagaiman pekerjaan ku.ya aku memang menanmgngunmg setumpuk pekerjaan yang belum tuntas,dia pun menanyakan kapan akan kuseleseikan ceritaku ini dan akan aku jadikan berapa halaman,dengan tenang aku jawab
"ceritaku ini akan menjadi beribu ribu lembar jika kau bisa mengisi didalam tiap lembarnya dan ceritaku ini tak akan pernah selesei sampai akhir nafasku jika kau bersedia menemaniku menulils semua cerita kehidupanku"
"gombal"
katanya dari seberang sana,aku memang selalu suka menggodanya
"ya sudah seleseikan segera"
"ok bos'
kataku sebelum dia menutup telfonnya
kumatikan televisi terlalu bising dan mengganggu bila aku menulis dengan mendengar suara tv itu.
"opo salah anggenku nggegurit katresnan"
kata seorang yang sangat aku hafal,dia adalah pahlawan kemerdekaan.
"salahkah aku mencintai negaraku dan memerdekakan negaraku?aku berjuang dengan mengorbankan harta darah dan nyawa,namun mereka hanya poya poya tak perduli rakyat sengsara"
kemudian pahlawan itu menghilang dan aku terbangun dari tidurku.
setelah mandi dan sarapan aku kembalui berjalan jalan nampak kulihat anak yang kemaren sore di Alun alun sekarang sedang memakai baju seragam merah putih turun dari mobil ber plat nomor merah,dia masuk kesekolah sebelah selatan Alun alun.ternyata benar dugaan ku anak itu kelas 3 Sd,aku melanjutkan langkahku,siang harinya kuperkirakan jam anak itu pulang sekolah aku menunggunya di luar pagar sekolah,aku masih penasaran dengan anak itu.benarsaja tak berapa lama kemudian anak itu keluar,sampai di pagar dia menyapaku
"bapak yang menangis kemaren ya?kenapa bapak disini?"
"ya,aku menunggumu,diskusi kita kemaren kan belum selesei"
kemudiasn aku dan abnak itu menuju Alun alun,dia menunggu jemputan,sekitar sejam lagi orang tuanya akan menjemputnya katanya.kami kembali duduk di ayunan kemaren
"para koruptor itu apa tak merasa bersalah ya pak,seharusnya mereka menyadari dan mengakui kemudian minta maaf"anak itu mengawali pembicaraan
"koruptor yang mana ya?"tanyaku pura pura
"itu lo pak yang di ungkap di Gurita Cikeas"
heran aku dengan anak ini sedemikian kritisnya dia
"nak,mereka itu merasa dan tau kalau salah namun mereka tentu malu dan canggung mengakui kesalahan nya selain itu akan merusak citranya juga mengancam jabatannya,lihatlah saja dari jaman rosul pun sudah ada orang sepwerti mereka,contohnya abu jhal dan abu lahap mereka etau muhamad benar tapi mereka gengsi mengakuinya sehingga mereka tetap memusuhi rosul,seperti juiga abu tholib tau agama Allah benar namun dia tak mau mengucap sahadat karena takut di cap penghianat'
'untung saja masih ada yang mau demo ya pak,sehingga koropsi mereka agak berhati hati"
"ya,namyun terkadangn mereka bilang para pendemo itu hanya orang yang sakit hati karena belum mendapatkan posisi,atau tak punya uang untuk menyogok biar jadi pegawai negeri"
"seperti bapak ini ya,ikut demo karena ingin jadi pegawai negeri?"
duh semakin menusuk saja pertanyaan anak ini kataku dalam hati
"enggak nak bapak mungkin tak mau jadi pegawai negeri,karena dengan jadi pegawai negeri berarti itu bisa membelenggu aspirasi"
kemudian datang mobil plat merah yang tadi mengantar anak itu
"pak aku pulang dulu sudah dijemput papa"
anak itu kemudian berlari meninggalkan aku menuju mobil papanya,entah dia anak siapa.hebat sekali anak itu entah anak siapa dia aku tak tau yang jelas dia anak anak negaraku yang mulai maju,salah satu calon aset bangsaku,dalam hatiku mencontek kata kata sukarno
"nak,berikan akui sepuluh pemuda sepertimu,niscaya akan kurubah bangsa ini"

Senin, 09 November 2009

Arwah ku penasaran

Aku tak tau harus kemana lagi dan apa yang bisa ku lakukan,siang tadi aku melihat semua keluarga,kerabat dan warga sekitar ku berkumpul di rumah ku,mereka sebagian besar menangis terutama ayah dan ibu ku yang sangat tampak terpukul dengan kematian ku,tadi setelah upacara pemandian,penyolatan dan pak modin memamit kan aku maka jenasah ku di pikul bersama bergantian sampai kemakam,aku pun mengikuti tiap langkah mereka yang selalu di iringi dengan lantunan doa doa.Sampai di pemakaman mereka memasuk kan jasad ku kedalam liang lahat,membuka ke 3 ikatan tali pocongku kemudian pak mudin masuk keliang lahat megumandangkan adzan dan iqomah,sungguh suara adzan dan iqomah itu sangat menyayat hatiku,aku jadi teringat bulan bulan terakhir sampai pada kematian ku aku tidak menuaikan kewajiban ku sholat. setelah itu dia keluar kemudian orang orang itu menutupi jazat ku dengan kayu dan menimbun nya dengan tanah galian itu,hampir penuh mereka memasukkan tanah dan mereka memasangkan 2 nisan disana dengan bertulis namaku lahir tanggal sekian bulan,tahun sekian dan mati pada tanggal,bulan,tahun sekian.Setelah pengurukan selesei nampak pak mudin berdoa dengan husuk diatas pemakaman ku kemudian dia memanggil namaku dan mengatakan jika nanti setelah 7 langkah para takziyin meninggalkan pemakaman maka akan datang kepadaku dua sosok yang sangat menyeramkan dan dia menyarankan agar aku tidak takut,karena itu adalah malaikat dan malaikat itu akan menanyaiku tentang agama,tuhan dan rasulku yang harus ku jawab dengan benar yaitu islam agamaku,Allah tuhan ku,dan muhamad adalah rosul panutan ku,maka setelah itu malaikat akan pergi meninggalkan aku dan diamlah aku dengan damai di kubur sampai Allah membangkitkan ku lagi setelah hari kiamat.
Selesei itu silih berganti para pelayat mendekati kuburku sebagian nampak membaca surah Alfatiha dan sebagian melempar lemparkan tanah sisa sisa galian di atas makam ku,kemudian mereka semua meninggalkan pemakaman.
Aku mulai menunggu malaikat yang akan menemuiku namun sampai sore malaikat itu tak juga datang pada ku,apakah malaikat sedang sibuk sehingga datang terlambat,kurasa tidak karena menurut guru agama di sma ku dulu malaikat tak pernah datang dengan tanpa tepat waktu,aku jadi teringat lagi kata kata kiyai yang mengajari aku ngaji dulu,katanya orang yang meninggal bunuh diri atau tidak wajar atau belum waktu nya maka arwah nya tidak akan di terima sampai 40 hari,apa mungkin arwahku tidak di terima sehingga tak ada malaikat yang mendatangi kuburku?Tapi apakah aku meninggal belum pada waktu nya namun jika belum waktu nya aku meninggal kenapa aku mati hari ini?Ah entahlah pada siapa aku akan bertanya sungguh ini semua membuat aku penasaran.
Hari semakin gelap akhirnya kuputuskan pulang kerumahku,di sepanjang jalan tetap saja ku dengar kasak kusuk tentang berita kematian ku,yang mereka anggab mati bunuh diri dan mereka bercerita macam macam tentang aku,kenapa aku bunuh diri?Terus ada yang bilang prustasi pulang dari jakarta ndak bawa apa apa,dan lain sebagainya.Ternyata banyak yang menduga dan beranggapan salah tentang aku,aku terus berjalan sampai di rumah ku,kulihat keluarga dan saudara berkumpul,akupun bergabung duduk bersama mereka,sebagian besar ada yang bercerita menceritakan kebaikan ku dan tingkah laku ku dua hari ini dan saat aku di jakarta bahwa aku sering menelfon menanyakan kabar mereka.Dan sebagian menghibur orang tua ku dan menghibur diri nya sendiri dengan mengatakan ini semua sudah menjadi kehendak Allah yang maha kuasa dan tentu Allah menyimpan rahasia akan hikmah dari ini semua dimana tentu hal ini akan membawa hal yang lebih baik yang belum kita ketahui.Sampai setelah waktu isak,satu persatu warga datang kerumah ku,paling terakhir kulihat pak rt bersama pak kyai,sepertinya mereka berbicara sesuatu namun karena setengah berbisik aku jadi tidak tau apa yang mereka bicarakan,duga an ku paling juga tidak jauh dari omongan tentang aku,tak berapa lama kemudian pak kyai memulai acara doa yang di tujukan pada ku,mereka membaca kan alfatihah,tahlil dan yasin serta di tutup dengan doa,setelah selesei doa makanan mulai di hidangkan.
Ya tradisi semacam ini memang masih berlaku hampir diseluruh pulau jawa khusus nya di desa ku,entah kalau di pulau lain seperti apa?Terbersit sedikit peraaan iba ku pada keluarga ku,mereka sedang kesusahan tapi masih harus memikirkan masak memasak dan segalahal untuk disajikan pada para warga yang mendoakan ku,meskipun apa yang dimasak juga sebagian besar dari sumbanan para pelayat,ya selama ini sebetul nya aku juga melihat dalam hal seperti ini warga muhamadiah memiliki sudut pandang yang berbeda dengan warga nahdiyin.Ah sudahlah toh aku juga sudah mati jadi apapun itu terserah mereka saja meski aku tak minta di doa kan dengan acara seperti ini karena kurasa aku juga cukup senang jika keluarga ku selalu mengingat aku dan mendoakan aku tiap habis sholat,ya mungkin saja dengan acara doa beramai ramai begini keluarga ku akan sedikit terhibur dan dapat mengalihkan sedikit fikiran nya dari memikirkan aku dengan mereka memikirkan masak memasak,menghormati dan menjamu para tamu nya

Minggu, 08 November 2009

Thar….r!

Thar….r!
Ku banting hp ku sesaast setelah dia menutup telfon nya,aku nsungguh kecewa meskipun aku telah menyadari semua ini akan terjadi namun aku tak menyangka akan secvepat ini dan berakhir seperti ini.minggu minggu terakhir ini menmang aku sangat sering bertenggkar dengan nyaterutama dua hari ini tepat nya setelah aku pulang dari Jakarta.
Sudah dua tahun setangah aku berhubungan dengan nya tepat nya sejak kami sama sama duduk di bangku SMA.setelah lulus SMA dia melanjut kan kuliah serdangkan aku hanya lontang lantung tak karuan,sebetul ny6a aku pun ingin kuliah namun aku mesti bersukur walaupunj Cuma bisa tamat SMA karena aku berasal dari anak orang yang tak punya ,lain hal nya dengan dia yang keluarganya ber ada sehingga tak akan kesulitan membiayai kuliah nya.
Aku pengangguran dan dia Mahasiswa itulah yang sering kali memicu perselisihan diantara kami,sebagai Mahasiswa dia tentu mempunyai teman teman di kampus yang cakep cakep sehingga tidak menutup kemungkinan ada yang suka pada nya dan dia akan selingkuh di belakang ku atau karena aku merasa cemburu dan sangat mencintai nya .
Untuk menjaga hal itu maka aku menggantar jemput di tiap hari ke kampus nya.pada awal nya dia nampak senang dengan hal ini namun belakangan dia merasa tidak nyaman dan merasa terganggu dengan hal itu karena tiap aku menjemput dia teman nya selalu mengatai nya
“itu lho udah di tungguin”
Dan sebagai nya,aku juga sering mendengar sendiri hal itu”.dasar cewek cewek sirik” pikir ku,selain hal itu nampak nya orang tua nya juga kurang sreg melihat aku tiap hari mengantar dan menjemput dia,mungkin mereka hawatir ini nakan menggamnnggu kuliah anak nya.Dan setelah itu aku tidak lagi tiap hari mengantar jemput dia,paling paling hanya seminggu sekali saja.
Setelah aku lontanmg lantung melamar kerja dimana mana tak dapat kerjaan akhir nya aku nendapat panggilan kerja di Jakarta dan dengan sepersetujuan dia aku berangkat ke Jakarta,sejak aku di jakarta kami berkomunikasi melalui telfon dan facebook untuk sengurangi rasa kangen dan terkadang kami membicarakan tentang keluarga,kuliah nya dan seputar pekerjaan ku di Jakarta.
Selain itu maku juga sering mengajak nya membicarakan tentang poernikahan meski dia terkesan enggan menanggapi nya karena aku ingin setelah aku pulang dari njakarta kami segera menikah namun dia bilang masih belum mau mikir kesitu dulu karewna dia masih ingin menyeleseikan kulih nya dan mencaci kerja yang mapan baru kemudian menikah.
Meskipun demikian aku terus saja mendesak nya untuk menikah hingga sampai pada dua hari yang lalu saat aku pulang dari jakarta.setelah aku kembali kesini tiap hari tepat nya dua hari ini aku mengantar dan menjemput dia ke kampus nya dan sore hari nya aku main kerumah dia seperti tadi sore saat aku kerumah nya aku ajak dia membicarakan lagi tentang pernikahan sehingga terjadi lagi pertengkaran antara kami yang akhir nya dia memutus kan untuk mengajak kami masing masing berfikir kembali tentang hubungan kami,tepat pukul 21.00 aku pamit meninggalkan rumah nya dengan membawa pertasaan kecewa.
Sebagai pemuda pada umum nya yang selalu mencari pelampiasan saat kecewa atau menghadapi masalah terutama urusan cinta aku pun juga melampiaskan nya dengan mencari minuman keras,selain memang sudah menjadi kebiasaan ku setiap hari sejak aku di jakarta.karena tadi aku pamit dari rumah nya tergesa gesa aku lupa bahwa tasku yang berisi swebotol MIRAS dan catatan catatan puisi ku tertinggal disana,sudah terlalu malam jika aku harus kembali kerumah nya untuk mengambik nya akhir nya aku putuskan untuk membeli nya lagi ke kota
Aku masuk sebuah kafe miras dan minum di café itu sampai hampir jam 12 malam dan aku beranjak pulang dalam keadaan mabuk .di perjalanan aku hentikan motor ku karena aku agak sulit lagi mengendalikan motir ku,kepalaku terasa berat,saat aku berhenti itu aku meliha sebuah plakat papan nama terpasang di depan sebuah rumah,tertera disana KONSELOR,memberikan layanan konseling segala masalah,sempat bterfikir untuk masuk ke situ,siapa tau aku dapat bercerita dan bisa mendapat solusi tentang masalah ku,tapi ini terlalu malam mungkin aku sebaik nya kembali besuk pagi saja karena tidak mungkin juga aku akan kesitu dalam keadaan mabuk begini lagi pula aku juga tidak tau tarif nya berapa?jangan janga uang ku tidak cukup karena hampir seisi dfompet ku aku kuras membeli muras tadi.
Kulihat jam tangan ku menunjukkan pukul 23.55 biasa nya jam segini dia belum tidur karena saat aku di jakarta kami sering ngobrol lewat telfon jam segini.aku coba memencet nomor telfon nya yang sangat ku hafal di luar kepala,tak berapa lama kemudia ku dengar suara nya,ternyata benar dia belum tidur.Setelah sedikit basa basui aku tanyakan lagi kepada nya tentang apa yanng kami bicarakan tadi namun masalah menjadi semakin runcing hingga dia memutuskan untuk menggakhiri hubungan kami kemudian dia menutup telfon nya.
Setelah itui langsung saja ku banting hp ku ke aspal untuk meluap mkan kekesalan ku “thar” hp ku pecah jadi beberapa bagian aku turun dari motir ku dan melangkah memunguti pecahan hp ku,kulihat ada seorang laki laki keluar dari rumah konselor itu nampak nya hendak menghampiriku.dari pada di tanya macam macam aku segera saja menaiki motor ku meninggalkan tempat itu.
Aku terus berjalan menyusuri jalanan di kota ku ku pacu motor ku dengan kencang sampai tiba saat aku harius menyeberangi rel kereta aku pun tanpa mengurangi kecepatan ku.setelah aku sampai di seberang kereta aku hentikan motor ku di pinbggir jalan karena topi ku terjatuh di tengah rel kereta itu,topi nitu ada lah topi kesayangan ku yang dia belikan saat ulang tahun ku kemarin.aku setengah berlari hendak mengambil topi itu namun begitu kusentuh topi ku itu aku tak ingat apa apa lagi
Selang berapa lama kemudian aku elihat di kejauhan kereta melaju meninggal kan ku dan aku tak melihat lagi topi ku,ku kelilingi sekitar tempat itu namun aku tak menemukan nya dan aku mellihat sesosok mayat tanpa kepala tergeletak bersimbah darah di samping rel kereta,aku coba mendekati nya baju dan celana yang di kenakan nya sama dengan yang aku pakai,model tubuh nya juga sama dengan aku,siapa kira kira mayat tanfpa kepala itu ?aku mencoba berteriak agar orang sekitar rel kereta itu bangun “ada mayat” teriak ku namun tak seorang pun mendengar kan aku.ku coba menyentuh mayat itu tapi kenapa akuy tak bisa memeganng nya?aku merasa merinding jangan janngan ini hantu atau sekedar bayang bayang ku karena aku terlalu mabuk?sudah lah akhir nya ku tinggal kan mayat itu ,aku menuju motor ku,biar lah nndak ketemu topi ku itu lagi pula dia kan juga sudah memutuskan aku,sampai di motor ku aku coba menaiki nya namun kembali aneh aku ntak bisa menyentuh nya,apa yang terjadio pada ku?aku tak pernah dalam keadaan mabuk parah pun sampai seperti ini.aku duduk di samping motor ku,menjelang adan subuh ada seorang sedang berjalan jalan dia melintas di depan ku aku coba memanggil nya tapi dia tidak mendengar ku.dia melihat motor ku aneh seperti nya dia tidak melihat ku padahal aku berdiri di sebelah motor ku,kemudian orang itu melangkah mendekati rel kereta sambil tolah toleh seakan mencari seseorang dan akhir nya orang itu sampai pada mayat tanpa kepala itu,orang itu kaget spontan berteriak”ada mayat tanpa kepala” lalu orang itu pingsan.tak berapa datang warga berbondong bondong kesitu,seorang dari mereka menelfon polisi dan selanng berapa menit kemudian datang polisi menguidentifikasi di ikuti wartawan harian kota memotret mayat tanpa kepala itu.polisi mengambil dompet dari saku mayat itu,astaga dompet hitam itu juga seperti milik ku,polisi kemudian mengeluarkan sim dan ktp dari dompet itu aku coba mendekat dan tetap tak seoarang pun melihat ku.ya ampun itu kpt dan sim ku !polisi membacakan nama dan alamat di situ atas nama dan alamat ku.apa kah itu mayat ku?apakah aku sudah mati?kenapa bisa begitu?bermacam pertanyaan berkecamuk di benak ku,
Polisi kemudian mengangkat mayat itu dan menaikkan motor ku ke mobil nya,entah mau di bawa kemana?mungkin di bawa ke rumah sakit?setelah polisi pergi warga pun bubar dan aku merasa penasaran dengan mayat itu?benarkah aku sudah mati?aku coba berjalan menuju rumah sakit mencari keberadaan mayat itu,dan ternyata benar polisi membawa nya ke sini.aku berdiri di samping mayat tanpa kepala itu tak berapa lama kemudian aku melihat ayah ibu ku datan g dan seketika memeluk mayat itu sambilk menangis menjerit memanggil nama ku kemudian mereka pingsan.baru lah aku percaya kalau mayat tanpa kepala itu aku dan aku sudah mati.tapi dimana kepalaku?
Tak berapa lama kemudian beberapa saudara dan tetanggaku datang,setelah ayah dan ibu ku dapat di sadarkan mayat ku di angkat masuk ke ambulan ,mereka membawa nya pulang.aku melihat nya dan mengikuti nya dari jauh,aku pulang berjalan kaki.saat itu suddah sekitar pukul 7 pagi,di sepanjang jalan banyak ku dengar orang orang membicarakan tentang seorang pemuda yang bunuh di ri di rel kereta
Dan aku juga melihat seorang sedang duduk membaca harian pagi kota terpampang jjelas judu nya “DITEMUKAN MAYAT PEMUDA TANPA KEPALA DI SAMPING REL KERETA”di duga pemuda itu mati bunuh di ri karena motor nya terparkir rapi di pinggir jalan samping rel tak jauh dari lokasi di temkan nya mayat itu
Ya ampun………!aku mati bunuh diri?tidak….tidak aku tidak bunuh diri,bagaimana aku menjelas kan semua ini

Sabtu, 07 November 2009

cerpe"suara apa itu,suara siapa itu?"

Thaaarr . . . .r,,,,!
suara itu sangat mengaget kan ku,suara apa di tengah malam begini?Kemudian aku keluar dari rumah ku,kulihat di pinggir jalan depan rumah ku ada seorang pemuda sedang memunguti kepingan kepingan di atas aspal,ku dekati dia ternyata dia sedang memunguti kepingan handfone nya,mungkin hp nya tadi terjatuh.Tapi kalau jatuh kenapa tadi aku tak mendengar deru motor nya saat jalan,atau dari tadi orang ini sudah disini dan membanting hp nya,belum sempat aku bertanya pemuda itu telah pergi melaju dengan motor nya dan aku kembali kekamar melanjutkan tidur ku,esuk hari nya aku terbangun,setelah aku mandi aku menuju teras rumah ku,nampak sudah tersedia segelas kopi susu kesukaanku dan di samping nya tergeletak koran harian pagi di kota ku,sambil ku sulut rokok ku ku raih koran itu.Di halaman depan terpampang sangat jelas sebuah judul yang mengenaskan
"seorang pemuda mati di sambar kereta,dia tergeletak di samping rel tanpa kepala,menurut keterangan warga di perkirakan pemuda itu bunuh diri karena motor nya terparkir rapi di pinggir jalan tak jauh dari mayat nya berada.
Wah ada ada saja orang bodoh jaman sekarang,sebenar nya apa sih masalah yang mereka hadapi sampai nekat buduh diri?Apa putus cinta ya?Atau gagal jadi cpns ya?Ah entahlah apa masalah mereka.Aku sendiri juga jadi heran lelakon di negara ku ini kok ada ada saja,paling banyak berkaitan dengan nyawa entah terbunuh atau membunuh bahkan seperti nya tak hanya nyawa saja yang di bunuh tapi hak dan suara pun juga ada yang di bunuh,atau juga ada yang membunuh nurani nya mungkin seperti aku yang juga mencoba membunuh perasaan ku karena aku sudah terlalu jemu dengan apa yang kurasakan dan kulihat di negara ku,pns tidak bersih,politik uang,kolusi,koropsi,rebutan kursi . . .Ah sudahlah lebih baik minum kopi dari pada ngrasani negara yang suhu nya makin hari makin panas seperti panas nya kopi susu ini.
Setelah habis kopi susu ku aku kembali kekamar ku aku ganti baju dan mempersiapkan peralatan untuk mengajarku,laptop dan beberapa buku telah kumasuk kan dalan tas ku
"sayang,aku berangkat dulu"
teriak ku sambil berlalu dan dari seberang dapur istriku menjawab"ya hati hati"
tak berapa lama kemudian bmw ku membawaku meninggalkan pintu gerbang rumah ku,aku terus melaju menelusuri jalanan di kota ku yang lurus tapi bercabang,halus tapi berlobang entah apa nya yang kurang,jadi tak bisa semulus jalan tol di ibu kota propinsiku,ah entah kapan di perbarui jalanan di kota ku atau di bangun jalan tol di kota ku.
Akhir nya aku sampai di alun alun kota,kudengar suara sangat ramai orang berteriak teriak,suara apa itu?Suara siapa itu?Apakah suara mahasiswaku dengan beberapa suara masarakat yang sedang demo menyuarakan suara hati nya,aku jadi teringat beberapa minggu lalu aku melihat di utara alun alun ada beberapa mahasiswaku yang sedang berdemo bersama puluhan masarakat,mereka membawa spanduk dan poster2 dan meneriak kan dukung KPK,hentikan kriminalisasi KPK,usut tuntas kasus korupsi sampai pada akar akar nya.
Selelah memutar alun alun kota baru aku bisa melihat sumber suara ramai itu darimana?Ternyata benar mahasiswaku bersama puluhan warga lain nya sedang berteriak teriak di depan Gedung Dprd,dalam hati aku bertanya,demo apa lagi yang mereka suarakan?Sejenak ku hentikan mobilku dan aku melit spanduk besar mereka menuntut Cpns Bersih,ya semoga mereka berhasil dan penerimaan cnns tahun ini benar2 bersih meski tak dapat ku pungkiri kalau sebetul nya tak mungkin bersih karena sebentar lagi akan ada pilihan bupati yang tentunya calon pemagang nya membutuhkan dana besar untuk kampanye.
Yang aku tak habis fikir siapa ya yang mengajari dan mengajak mahasiswaku demo padahal aku di kampus tak pernah mengajari nya demo,dan siapa yang mendanai mereka karena sepertinya tak mungkin lah kalau dana itu dari mahasiswa sendiri,lantas apa keuntungan dari penyandang dana?Ah sudah lah aku tak mau terlalu jauh memikirkan itu yang jelas aku bersukur karena masih ada relawan yang perduli dengan keadaan birokrasi negara dan kota ku yang bobrog ini,dan aku juga bersukur karena mahasiswaku pada demo di sini jadi tidak demo di kampus ku meskipun sebenar nya kalau mau demo di kampus juga banyak masalah yang bisa di angkat,contoh kecil nya saja aku yang sering telat datang dan bahkan tidak bisa datang untuk mengajar karena terlalu padat nya jadwal ku,untung saja suara suara miring tentang aku juga tidak sampai ke mahasirwaku.
Akhirnya sampai juga aku di kampus ku meskipun telat 30 menit,melihat aku datang mahasiswa ku segera berhamburan masuk kelas,aku segera menyusul nya.Pelajaran aku buka dengan salam kemudian aku lanjutkan dengan materi singkat sambil menunggu presensi berjalan,setelah semua mahasiswa tanda tangan buku presensi di kembalikan pada ku,ku panggil nama mahasiswaku satu per satu untuk mengecek kehadiran karena biasanya beberapa mahasiswa ada yang suka titip tanda tangan saja.Di tengah tengah aku meng absen tiba tiba terdengar suara
"thaaar . . .rr!"
sangat mengejutkan ku dan spontan hampir semua mahasiswa menoleh kebelakang mencari sumber suara itu.
"ya tuhan,inikah tipe mahasiswa ku?"
ku elus dada ku,ternyata suara itu berasal dari botol Miras yang terjatuh dari dalam tas seorang mahasiswi ku.Ada ada saja mahasiswa jaman sekarang,ke kampus bawa miras.
Ku dekati dia,dia tertunduk,tadi sempat ku lihat matanya memerah,kubiarkan saja dia,sekilas aku melihat buku catatan nya ternyata yang tertulis di situ bukan tentang materi teori Sastra yang ku berikan namun sebuah puisi.Kuambil buku itu dan ku baca dalam hati

"aku sudah lelah"
biarkan malam ini aku lalui bersama anggur merah
agar dapat ku bakar luka hati ku yang bernanah
biarlah mata ku memerah
memendam gejolak jiwaku yang resah
mungkin semua berlalu sudah
biarkan aku mendesah
dalam pasrah
menggenggam rasaku yang tak kan pernah berubah

ku kembalikan buku itu,aku coba mengerti dan memahami masalah yang di hadapinya.Aku kembali kemejaku dan menyeleseikan mengabsen,setelah selesei ku persilahkan semua mahasiswa meninggalkan kelas kecuali mahasiswi yang membawa miras itu,dia masih tertunduk di bangku nya,ku dekati dan ku belai rambut nya yang panjang dan hitam.Aku terkejut dia tiba tiba berdiri dan memeluk ku sambil menangis.Aku jadi rikuh dengan itu semua,bagaimana seandainya ada yang melihat nya,dan aku juga merasakan hatiku tak karuan,dada ku bersuara entah suara apa itu yang jelas aku tak menyangka akan di peluk mahasiswiku yang secantik ini.Setelah ku tenangkan dia ku ajak dia nenuju ruangan ku,ku berikan kesempatan untuk nya bercerita dan aku berusaha menjadi seorang konselor untuk nya dan berusaha memberikan layanan konseling sebaik baik nya meskipun aku bukan dosen bimbingan konseling atau seorang provesional konselor.Setelah dia selesei bercerita akhir nya aku tau ternyata dia minum Miras karena pacar nya telah meninggal dunia bunuh diri di rel kereta,minggu terakhir ini mereka sering bertengkar dan tadi malam adalah puncak nya yang akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.Kini dia merasa berada pada posisi salah dan berdosa.
Aku jadi bingung harus memberikan layanan konseling apa lagi untuk nya agar aku bisa membantunya mengenali individu dan lingkungan nya agar dia mampu memecahkan masalah yang di hadapi nya.Yang jelas azas kerahasiaan dalam konseling akan aku jaga dan aku harus belajar lebih banyak lagi tentang konseling pada istriku,sebetul nya aku ingin memberikan saran dan nasehat pada nya tapi menurut istriku konselor tidak berhak memberikan saran atau nasehat bagi klien nya


. . . . .Bersambung . . . . .

Bagi para pembaca
cerita ini hanyalah fiktif belaka jika terjadi kesamaan nama atau tempat hanya faktor kebetulan saja.

Jika pembaca ingin berkomentar tentunya apapun komentar anda tak akan berpengaruh pada isi cerita yang sudah ada karena sebagai pengarang tentu aku bebas mau menuliskan apa namun jika anda bersedia berkomentar tentu akan saya pertimbangkan dalam kelanjutan cerita nya.

Terutama jika diantara pembaca ada yang berprovesi sbagai konselor saya minta pendapat nya,kira kira layanan konseling apa yang bisa di berikan oleh dosen tadi kepada mahasiswi nya.Dan cerita yang saya angkat inilah yang membuat saya tertarik untuk memahami konseling.

Terimakasih
tosa saputra

arsip